Copyright © Rahmaan Rosyiid
Rabu, 03 Juli 2013

Bakat anak



       I.                                                                                                                                          Dasar Teori tentang Bakat
A.    Pengertian Bakat
Di dalam literatur ilmiah, ada istilah talent, ada istilah giftedness, ada istilah traits, ada istilah intelligence seperti dalam “multiple intelligence, aptitude, dan seterusnya. Selain harus berurusan dengan istilah-istilah yang mungkin tidak dimengerti bagi kebanyakan orang, pun juga tidak semua orang “boleh” memberikan penilaian tentang bakat seseorang. Hanya bagi orang-orang yang sudah bersertifikat di bidang ini yang “disahkan” memberikan penilaian.
Tetapi, bakat dalam pengertian bahasa atau dalam pengertian yang umum kita pahami, adalah kelebihan / keunggulan alamiah yang melekat pada diri kita dan menjadi pembeda antara kita dengan orang lain. Kamus Advance, misalnya, mengartikan talent dengan “natural power to do something well.” Dalam kamus Marriam-Webster’s, dikatakan “natural endowments of person.” Dalam percakapan sehari-hari kita sering mengatakan si anu berbakat di nyanyi, di bisnis, di IT dan seterusnya.
Bakat berbeda dengan kecerdasan anak dibidang pencapaian akademik.  Bakat cakupannya lebih luas lagi.  Karena bakat berkaitan dengan kemampuan motorik atau keterampilan khusus yang dimiliki anak.  Kita sebagai orang tua harus bisa mengenali bakat anak sejak usia dini, agar kita bisa mengarahkannya.  Bakat anak kalau tidak digali dan tidak diasah maka bakat tersebut tidak akan menjadi potensi yang bermanfaat untuk anak. Bakat tanpa diasah maka tidak akan berkembang. Untuk mendeteksi anak berbakat atau tidak sebenarnya gampang-gampang susah.  Kita bisa mengenali bakat anak dengan melihat hasil prestasinya.  Misalnya bila sang anak suka menggambar, maka biasanya hasil gambarannya akan lebih baik dari anak yang lain dan bisa memadukan warna gambar dengan baik.  Bila anak suka menyanyi maka suaranya lebih merdu serta bisa membaca tangga nada/not lebih cepat daripada anak yanglain. Biasanya bakat adalah hal yang disukai oleh anak.  Apabila sedang mengasah bakatnya, si anak akan tetap semangat belajar dan antusias meskipun tanpa kehadiran guru pembimbingnya.
B.     Jenis-Jenis Bakat
1.      Kinetik Fisik (Bodily Kinesthic)
Bakat dalam menggunakan badan untuk memecahkan masalah dan mengekspresikan ide serta perasaan. Ciri-cirinya: Menonjolkah ia dalam olahraga tertentu? Apakah ia tidak bisa duduk diam untuk waktu yang lama? Pandaikah ia menirukan gerakan badan atau wajah orang lain? Tangkaskah ia dalam kegiatan yang membutuhkan ketrampilan tangan, seperti origami (melipat kertas gaya jepang), membuat pesawat dari kerta, melukis, bermain dengan tanah liat, atau merajut? Apakah ia dapat menggunakan badannya dengan baik untuk mengekspresikan dirinya?
2.      Bahasa (Linguistic)
Bakat untuk menggunakan kata-kata, baik oral maupun verbal, secara efektif. Beberapa pertanyaan yang bisa membantu menetukan apakah anak berbakat di bidang ini atau tidak. Apakah ia bisa menulis lebih baik dari anak seusianya? Sukakah ia bercerita atau membuat lelucon? Sukakah ia membaca buku? Apakah ia bisa mengeja lebih baik dari anak seusianya? Apakah ia dapat mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan idenya secara baik?
3.      Logika dan Matematis
Bakat untuk mengerti dan menggunakan angka secara efektif, termasuk mempunyai kemampuan kuat untuk mengerti logika. Ciri-cirinya: Apakah ia tak hentinya ingin tahu bagaimana alam dan benda-benda bekerja? Apakah ia suka bermain dengan angka? Sukakah ia akan pelajaran matematika di sekolah? Sukakah ia bermain dengan permainan asah otak seperti catur? Sukakah ia mengelompokkan benda-benda?

4.      Musikalitas (Musical)
Bakat untuk memahami musik melalui berbagai cara. Dibawah ini adalah beberapa pertanyaan yang membantu untuk menentukan apakah anak menunjukkan bakat musik yang menonjol: Pandaikah ia dalam menghafal lagu dan menyanyikannya? Dapatkah ia bermain alat musik? Sensitifkah ia terhadap suara-suara di sekitarnya? Apakah ia suka bersiul atau menggumam lagu?
5.      Pemahaman Alam (Naturalist Intelligence)
Mengenali dan menggolongkan dunia tumbuhan dan binatang, termasuk dalam memahami fenomena alam. Ciri-cirinya: Sukakah ia berceloteh mengenai binatang kesayangannya atau tempat-tempat yang disukainya? Sukakah ia bermain di air? Apakah ia suka ke kebun binatang, taman safari atau kebun raya? Apakah ia bermain dengan binatang peliharaannya? Apakah ia suka mengoleksi kumbang, bunga, daun atau benda-benda alam lainnya?

C.     Karakteristik Anak Berbakat
Untuk memahami siswa berbakat, dapat diidentifikasi dari karakteristik yang sering muncul dalam bnetuk perilaku sebagai berikut:
a.    Karakteristik belajar
•       Belajar lebih cepat dan lebih mudah
•       Menyukai tugas dan tantangan yang kompleks
•       Mengetahui banyak hal dimana anak lainnya tidak mengetahuinya
•       Memiliki kosa kata yang sangat maju, dan kemampuan berbahasa sangat baik
•       Sudah dapat membaca pada usia yang sangat awal
•       Terampil dalam memecahkan masalah
•       Sering mengajukan pertanyaan yang kritis dan tidak terduga
•       Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap banyak hal
b.    Karakteristik Motivasi
•       Persisten dalam menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi minatnya
•       Senang mengerjakan tugas secara independen
•       Komitmen kuat pada tugas yang dipilihnya
c.    Karaktersitik Kreativitas
•       Sensitif terhadap estetika
•       Suka bereksperimen, sering menemukan cara baru dalam mengerjakan tugas
•       Spontan dalam mengekresikan rasa humor
•       Banyak ide ketika menghadapi tantangan/problem
d.    Karakteristik Sosial-emosional:
•       Memiliki rasa percaya diri yang kuat
•       Lebih menyukai teman yang lebih tua usianya dan memiliki kesamaan minat
•       Cenderung perpfeksionis
•       Mudah menyesuiakan diri pada situasi baru
D.    Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus / mengapa seseorang tidak dapat mewujudkan bakat-bakatnya secara optimal , yaitu :
a.      Anak itu sendiri
Minat, motivasi dan dorongan / keinginan yang dimilikmi oelh seorang anak sangat penting untuk dapat mengembangkan bakat-bakat yang dimiliki. Selain itu, adanya kesulitan, masalah pribadi dan hambatan dalam diri juga mempengaruhi.
b.      Lingkungan Anak
Orang tua, kesempatan, fasilitas serta ekonomi yang dimiliki seorang anak juga sangat mempengaruhi perkembangan bakat khusus yang dimilikinya.

E.     Tahap Perkembangan
Masa usia sekolah dasar sering disebut sebagai masa intelektual atau masa keserasian bersekolah. Pada umur 6 atau 7 tahun, biasanya anak telah matang untuk memasuki sekolah dasar. Pada masa keserasian bersekolah ini secara relatif, anak-anak lebih mudah dididik dari pada masa sebelum masa sebelum dan sesudahnya.
Masa ini diperinci menjadi dua fase, yaitu:
1.      Masa kelas-kelas rendah sekolah dasar, kira-kira 6 atau 7 tahun sampai umur 9 dan 10 tahun. Beberapa sifat anak-anak pada masa ini antara lain seperti berikut:
a.       Adanya hubungan positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestai (apabila jasmasinya sehat banyak prestasi yang diperoleh).
b.      Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan permainan yang tradisional.
c.       Adanya kecenderungan memuji diri sendiri (menyebut nama sendiri).
d.      Suka membandingkan dirinya dengan anak-anak yang lain.
e.       Apabila tidak dapat menyelesaikan soal, maka soal itu dianggap tidak penting.
f.       Pada masa ini (terutama 6-8 tahun) anak menghendaki nilai (angka raport) yang baik, tanpa mengingat apakah prestasinya memang pantas diberi nilai baik atau buruk.

2.      Masa kelas-kelas tinggi sekolah dasar, kira-kira umur 9 atau 10 sampai umur 12 atau 13 tahun. Beberapa sikaf khas anak- anak pada masa ini ialah:
a.       Adanya minat terhadap kehidupan praktis sehari-hari yang konkret, hal ini menimbulkan adanya kecenderungan untuk membandingkan pekerjaan-pekerjaan yang praktis.
b.      Amat realistis, ingin mengetahui, ingin belajar.
c.       Menjejang akhir masa ini telah ada minat kepada hal-hal dan mata pelajaran khusus, yang oleh para ahli yang mengikuti teori faktor ditafsirkan sebagai mulai menonjolnya faktor-faktor (bakat-bakat khusus).
d.      Sampai kira-kira umur 11 tahun anak membutuhkan guru atau orang-orang dewasa lainnya untuk menyelesaikan tugas dan memenuhi keinginannnya. Selepas umur ini pada umumnya anak menghendaki tugas-tugasnya dengan bebas dan berusaha untuk menyelesaikannya.
e.       Pada masa ini , anak memandang nilai (angka raport) sebagai ukuran yang tepat (sebaik-baiknya) mengenai prestasi sekolah.
f.       Anak-anak pada usia ini gemar membentuk kelompok sebaya biasanya untuk dapat bermain bersama-sama. Dalam permainan itu biasanya anak tidak lagi terikat kepada peraturan permainan membuat peraturan sendiri.
Masa keserasian bersekolah ini diakhiri dengan suatu masa yang biasa di disebut poeral. Berdasarkan penelitian para akhli sifat-sifat khas anak-anak masa poeral ini dapat diringkas dalam dua hal, yaitu:
a.       Ditujukan untuk berkuasa: sikap, tingkah laku, dan perbuatan anak poeral ditujukan untuk berkuasa; apa yang diidam-idamkannya adalah si kuat, si jujur, si juara dan sebagainya.
b.      Ekstraversi: berorientasi keluar dirinya; misalnya untuk mencari teman sebaya untuk memahami kebutuhan fisiknya. Anak- anak masa ini membutuhkan berkelompok-kelompok sebaya, pada mereka dorongan bersaing desar sekali, karena itu masa ini sering disebut ciri sebagai masa “competitive socialization”.
Suatu hal penting pada masa ini adalah sikap anak terhadap otoritas (kekuasaaan), khusunya otoritas orang tua dan guru. Anak-anak poeral menerima otoritas orang tua dan guru sebagai suatu hal adanya pihak orang tua dan guru serta pemegang otoritas orang dewasa yang lain.
    II.            Aktifitas Anak dalam Perkembangan Bakat
Adapun cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bakat yang dimilki anak,antara lain:
1.      Anak mengikuti kegiatan ekskul
Dengan anak ikut kegiatan ekstra sekolah atau ekskul maka si anak nantinya akan berlatih untuk mencari jati dirinya dan mengembangkan jiwa sosialnya.  Si anak akan belajar bagaimana memecahkan masalah dan mengenali lingkungannya sehingga akan dapat mengasah otaknya untuk berfikir lebih keras lagi yang akan menjadikan bakatnya secara tidak langsung akan lebih terasah.  Tentunya ekskul yang berkaitan dengan bakat anak.
2.       Anak mengikuti  kegiatan Kontes/lomba
Dengan anak ikut kegiatan lomba maka anak merasa tertantang untuk memberikan sesuatu yang terbaik yang tidak akan mengecewakan orang lan yang mendukung kegiatan yang anak lakukan.Sehingga anak dapat terdorong atau mempunyai semangat untuk mendalami kegiatan atau bakat yang sedang anak lakukan.
3.      Latihan
Latihan terus menerus sangat baik untung perkembangan bakat anak agar bakat yang dipunya oleh anak lebih matang.
Dengan acara tersebut diatas akan membuat anak untuk lebih tertantang lagi disamping itu juga bisa digunakan sebagai tempat untuk mempromosikan anak agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat umum,dan dengan event ini dapat meningkatkan prestasi anak. Dalam mengembangkan bakat anak yang perlu diingat adalah keseimbangan anak mengenai waktu bermain anak, belajar anak, istirahat anak.  Jangan memaksakan anak, biarkan anak untuk bermain dengan hal kesukaaanya.  Hal ini untuk menjaga agar anak tidak stress yang pada akhirnya malah tidak mau mengembangkan bakatnya lebih dalam lagi.




 III.            Jenis Permainan yang dapat Dilakukan untuk Perkembangan Bakat Anak
Permainan adalah kesibukan yang dipilih sendiri oleh anak melalui gerakan-gerakan tubuh. Gerakan permainan anak disebabkan oleh:
-          Kelebihan tenaga yang terdapat pada dirinya
-          Dorongan Belajar guna melatih fungsi jasmani dan rohani
Dengan permainan anak dapat melakukan eksperimen, eksplorasi,memperoleh pengalaman, mengetes kemampuan sebagai usaha belajar dan melaksanakan tugas perkembangan.
Jenis – jenis permainan yang dapat mempengaruhi bakat anak antara lain :
1.      Bermain Sepak Bola
Di permainan sepak bola ini anak dapat terampil menggunakan kakinya untuk menendang bola, mengoper bola kepada teman se-tim nya, menendang bola ke dalam gawang lawangnya .
Dari permainan bola ini anak dapat mengembangkan psiko motoriknya sebagai pemain sepak bola.
2.      Bermain menjadi seorang Dokter
Di permainan ini anak dapat terampil menggunakan alat – alat permainan kedokteran yang  meliputi alat stetoskop, jarum suntik, termometer, dll.
Dari permainan ini anak dapat mengembangkan pengetahuan tentang kedokteran.
3.      Bermain masak-masakan
Di permainan ini anak dapat terampil menggunakan alat-alat dapur seperti pisau, alat penggoreng , wadah untuk memasak , dll.
Di permainan ini anak dapat mengembangkan pengetahuan tentang cara memasak.








 IV.            Tugas-Tugas Perkembangan
Pada masa ini anak sudah semakin luas lingkungan pergaulanya.Anak sudah banyak bergaul dengan orang-orang di luar rumah, yaitu dengan teman bermain disekitar rumah, dengan teman di sekolah masyarakat mengharapkan agar anak menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya agar diterima dengan baik oleh lingkungannya.
            Adapun tugas-tugas perkembangan pada masa kanak-kanak akhir adalah:
a.       Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain
b.      Sabagai makhluk yang sedang tumbuh, mengembangkan sikap yang sehat mengenai diri sendiri
c.       Belajar bergaul dengan teman sebaya
d.      Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita
e.       Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar  untuk membaca, menulis dan berhitung
f.       Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
g.      Mengembangkan kata batin, moral dan skala nilai
h.      Mengembangkan sikap terhadap kelompok sosial dan lembaga
i.        Mencapai kebebasan pribadi.
Jika pada masa sebelumnya keberhasilan dalam menyelesaikan tugas perkembangan ini banyak ditentukan oleh lingkungan keluarga, orang tua dan orang-orang terdekat dalam keluarganya, kini guru di sekolah memiliki andil yang besar dalam membantu siswa untuk menyelesaikan tugas perkembangan yang baik. Hal ini mengandung arti bahwa lingkungan keluarga, sekolah dan bahkan lingkungan teman sebayanya secara bersama-sama akan mewarnai penyelesaian tugas perkembangan anak.




KESIMPULAN


Bakat adalah kemampuan terhadap sesuatu yang menunjukkan kemampuan di atas rata – rata yang telah ada pada diri anak secara alamiah dan perlu dilatih untuk mencapai hasil yang maksimal. Adapun bakat yang dimiliki anak meliputi bakat linguistic, bakat musical, bakat logis – matematis, bakat spasial, bakat kinestetik, bakat interpersonal dan bakat intrapersonal. Ciri – ciri anak yang berbakat pada suatu hal adalah senang melakukan hal tersebut, berkonsentrasi, rasa ingin tahu yang sudah besar, memiliki kemampuan yang lebih pada bidang itu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan bakat sang anak yaitu perhatian, motivasi, dukungan, pengetahuan, latihan, penghargaan, sarana, lingkungan, kerjasama, teladan yang baik.
Bakat dapat dikembangkan dengan anak mengikuti ektrakurikuler di sekolah, lomba-lomba yang dapat meningkatkan bakat anak. Jenis permainan seperti sepak bola, bermain memasak dan bermain dokter-dokteran juga dapat mengembangkan bakat anak dan mengetahui sejak dini bakat apa yang dimiliki anak dan orang tua dapat mengembangkan bakat yang diiliki oleh anak.


0 komentar:

Posting Komentar